JPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti)
https://jpmp.upstegal.ac.id/index.php/jpmp
<p>JPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti) with registered numbers ISSN <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2597-9582">2597-9582</a> (Online) and ISSN <a title="P ISSN" href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2597-7024" target="_blank" rel="noopener">2597-7024</a> (Print) is a periodical journal conducted by a team of Science Education Studies Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Pancasakti Tegal. This journal contains a variety of scientific articles related to research and community service in the field of mathematics and Science Education. The range of topics researched in the specific journals may include the <strong>Application of mathematic and Science Lessons</strong>, the <strong>Development of Mathematic and Science Education Research</strong>, the <strong>Making of Mathematics and Science Education Materials</strong>, the <strong>Technology and the Learning Media of Science and Mathematics</strong>, the <strong>Evaluation of the Mathematic and Science Program and Learning</strong>. The range of topics community service and empowerment activities in the application of various fields of science including education, Training and Marketing, Sustainable Development, Technology for Empowerment, Disaster Risk Reduction and Management.</p> <p> </p> <p>This OJS system is a migration from the old JPMP web address, namely <a href="https://e-journal.upstegal.ac.id/index.php/jpmp">https://e-journal.upstegal.ac.id/index.php/jpmp</a>, and has been in effect since the publication of volume 6 Number 2 of 2022. From now on, JPMP will use OJS <a href="https://jpmp.upstegal.ac.id/index.php/jpmp">https://jpmp.upstegal.ac.id/index.php/jpmp</a></p>Universitas Pancasakti Tegalen-USJPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti)2597-7024Identifikasi Miskonsepsi Konsep Energi melalui Three-Tier Test di Sekolah Menengah Kejuruan
https://jpmp.upstegal.ac.id/index.php/jpmp/article/view/113
<p>Penelitian ini bertujuan untuk meengetahui tingkat miskonsepsi siswa SMK terhadap konsep energi dan perubahannya dengan menggunakan instrumen diagnostik <em>three-tier test</em> yang dipadukan dengan indeks keyakinan (<em>Certainty of Response Index</em>/CRI). Subjek penelitian adalah 34 siswa kelas X SMK PGRI 2 Taman. Setiap soal mengungkap jawaban, alasan, dan tingkat keyakinan siswa. Hasil menunjukkan bahwa 66,67% siswa berada pada kategori miskonsepsi rendah dan 33,33% pada kategori sedang, dengan rata-rata keseluruhan miskonsepsi sebesar 28,6%.</p>Mohamad RafliMuriani Nur HayatiIsrotun Ngesti Utami
Copyright (c) 2025 JPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti)
2025-07-312025-07-3192445010.24905/jpmp.v9i2.113Model Pembelajaran STEAM-Inquiry untuk Mengasah Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP dalam Memahami Materi Bumi dan Satelit
https://jpmp.upstegal.ac.id/index.php/jpmp/article/view/117
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi pembelajaran berbasis <em>inquiry</em> dengan pendekatan STEAM terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi bumi dan satelitnya. Metode penelitian kuantitatif dengan desain <em>quasi-experimental</em> digunakan. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran <em>inquiry</em> berbasis STEAM secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di kelas eksperimen (rata-rata <em>posttest</em> 82,81%) dibandingkan kelas kontrol (rata-rata <em>posttest</em> 62,97%), dengan nilai Sig. (2-tailed)/p-value < 0.05. Peningkatan ini mencerminkan bahwa kegiatan pembelajaran yang melibatkan proses pengamatan, perumusan masalah, eksperimen, dan penerapan konsep lintas disiplin ilmu (<em>Science</em>, <em>Technology</em>, <em>Engineering</em>, <em>Arts,</em> <em>Mathematics</em>) mampu mengasah kemampuan berpikir kritis siswa</p> Mohamad Husein Asy'AriBayu WidiyantoIsrotun Ngesti Utami
Copyright (c) 2025 JPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti)
2025-07-312025-07-3192515810.24905/jpmp.v9i2.117Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Berbasis Proyek-STEM Tata Surya Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMP
https://jpmp.upstegal.ac.id/index.php/jpmp/article/view/114
<p>Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul pembelajaran IPA berbasis proyek-STEM pada materi Tata Surya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa SMP. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate), dibatasi hingga tahap Development karena keterbatasan waktu. Modul divalidasi oleh ahli materi dan media melalui angket skala Likert. Hasil validasi menunjukkan modul sangat layak digunakan, dengan skor kelayakan materi 88,12% dan media 88,54%. Modul efektif meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, khususnya aspek fluency (kelancaran ide) dan elaboration (perincian ide), meskipun aspek flexibility (keragaman solusi) dan originality (kebaruan konsep) perlu penguatan. Simpulannya, modul ini layak sebagai bahan ajar pendukung pembelajaran IPA berbasis proyek-STEM untuk meningkatkan berpikir kreatif siswa SMP.</p>Qoni’akh Qoni’akhMuriani Nur HayatiBayu Widiyanto
Copyright (c) 2025 JPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti)
2025-07-312025-07-3192596810.24905/jpmp.v9i2.114Analisis Komparatif Persepsi Siswa terhadap Tutor Teman Sebaya dalam Pembelajaran IPA: Studi pada Berbagai Kelompok Belajar
https://jpmp.upstegal.ac.id/index.php/jpmp/article/view/122
<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan persepsi siswa terhadap tutor teman sebaya pada pembelajaran IPA di beberapa kelompok belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal komparatif, melibatkan 28 siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Brebes. Instrumen utama berupa angket skala Likert 1–4 berdasarkan lima indikator persepsi: kompetensi akademik, komunikasi, sikap sosial, dukungan emosional, dan interaksi belajar. Data dianalisis menggunakan uji </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Kruskal-Wallis</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> dan </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Pairwise Comparisons</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> . Hasil menunjukkan adanya perbedaan persepsi siswa yang signifikan antar kelompok (Asymp. Sig. = 0,025). Perbedaan signifikan terjadi antara Kelompok 2 dengan Kelompok 3 ( </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Adj. Sig</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> . = 0,042), dan Kelompok 2 dengan Kelompok 4 </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">(Adj. Sig</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> . = 0,029), dengan Kelompok 2 memiliki skor persepsi tertinggi (74,80).</span></span></p>Fiky LatifaIsrotun Ngesti UtamiBayu Widiyanto
Copyright (c) 2025 JPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti)
2025-07-312025-07-3192697410.24905/jpmp.v9i2.122Analisis Perbedaan Literasi Digital Siswa dengan dan Tanpa Media Scratch dalam Pembelajaran IPA
https://jpmp.upstegal.ac.id/index.php/jpmp/article/view/123
<table> <tbody> <tr> <td> <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan literasi digital siswa yang belajar menggunakan media pembelajaran IPA berbasis Scratch dan PowerPoint. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain posttest-only control group. Sampel terdiri atas dua kelompok: kelas eksperimen (menggunakan Scratch) dan kelas kontrol (menggunakan PowerPoint). Instrumen pengumpulan data berupa angket yang mencakup delapan aspek literasi digital. Hasil menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen, aspek <em data-start="562" data-end="592">Functional Skills and Beyond</em> serta <em data-start="599" data-end="634">Cultural and Social Understanding</em> memiliki skor tertinggi (96%), sedangkan aspek <em data-start="682" data-end="697">Communication</em> menjadi yang terendah (79%). Di sisi lain, pada kelas kontrol, skor tertinggi terdapat pada aspek <em data-start="796" data-end="811">Collaboration</em> (76%) dan skor terendah pada <em data-start="841" data-end="871">Functional Skills and Beyond</em> (67%). Temuan ini mengindikasikan bahwa media Scratch lebih mampu mendukung penguasaan keterampilan digital dasar dan pemahaman sosial-budaya. Sebaliknya, PowerPoint lebih menonjol dalam kolaborasi, namun kurang mendukung penguasaan keterampilan digital secara menyeluruh.</p> </td> </tr> </tbody> </table> <p><em>This study aims to analyze the differences in students’ digital literacy skills when using Scratch-based and PowerPoint-based science learning media. A quasi-experimental method with a posttest-only control group design was employed. The sample consisted of two groups: the experimental class (using Scratch) and the control class (using PowerPoint). Data were collected using a questionnaire covering eight aspects of digital literacy. Results showed that in the experimental class, Functional Skills and Beyond and Cultural and Social Understanding had the highest scores (96%), while Communication was the lowest (79%). Meanwhile, in the control class, Collaboration scored the highest (76%) and Functional Skills and Beyond the lowest (67%). These findings suggest that Scratch better supports students’ mastery of basic digital skills and socio-cultural awareness. In contrast, PowerPoint is more effective in fostering collaboration but less supportive in developing well-rounded digital literacy. Therefore, interactive media like Scratch are recommended to enhance students’ overall digital competencies.</em></p>Noviana KhofifahFahmi FatkhomiBayu Widiyanto
Copyright (c) 2025 JPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti)
2025-07-312025-07-3192758010.24905/jpmp.v9i2.123Analisis Literasi Digital Siswa melalui Media Ilustrasi 3D Mental Canvas
https://jpmp.upstegal.ac.id/index.php/jpmp/article/view/120
<p>Penelitian ini menganalisis dampak media ilustrasi 3D Mental Canvas terhadap literasi digital siswa dalam pembelajaran materi tata surya di SMP Negeri 3 Adiwerna. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan 30 siswa kelas VII sebagai subjek, data dikumpulkan melalui angket berdasarkan lima dimensi literasi digital Chetty et al. (2018). Hasil menunjukkan variasi signifikan pencapaian antar dimensi: literasi media (79,72%) dan literasi informasi (77,71%) menjadi kompetensi terkuat berkat visualisasi interaktif yang mengonversi konsep abstrak menjadi representasi intuitif, serta integrasi sumber otoritatif (NASA, Quiz.com) yang meningkatkan verifikasi fakta dan identifikasi hoaks. Di sisi lain, literasi komputer mencatat skor terendah (72,78%) akibat kendala teknis (lag, error loading) yang merefleksikan kesenjangan infrastruktur, disparitas pengalaman teknologi, dan minimnya pelatihan praktis.</p> <p> </p> <p><em>Abstract</em></p> <p><em>This study analyzes the impact of Mental Canvas 3D illustration media on students’ digital literacy in learning solar system material at SMP Negeri 3 Adiwerna. Employing a quantitative descriptive approach with 30 seventh-grade students, data were collected via questionnaires based on Chetty et al.'s (2018) five digital literacy dimensions. Results reveal significant variations across dimensions: media literacy (79.72%) and information literacy (77.71%) emerged as the strongest competencies, supported by interactive visualizations that converted abstract concepts into intuitive representations, and the integration of authoritative sources (NASA, Quiz.com) which enhanced fact verification and hoax identification. Conversely, computer literacy scored lowest (72.78%) due to technical constraints (lag, loading errors), reflecting infrastructure gaps, technology experience disparities, and insufficient practical training</em></p>Aulya RahmaFahmi FatkhomiBayu Widiyanto
Copyright (c) 2025 JPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti)
2025-07-312025-07-3192818710.24905/jpmp.v9i2.120